简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Krisis Penutupan Pemerintah Memasuki 48 Jam Terakhir, Pasar Mencermati Perkembangan Selanjutnya
Ikhtisar:【Grafik 1: Ilustrasi Pemerintah Federal AS】Krisis penutupan pemerintah federal Amerika Serikat telah memasuki hitungan mundur 48 jam terakhir. Pada pemungutan suara prosedural di Senat hari Kamis, ran
【Grafik 1: Ilustrasi Pemerintah Federal AS】
Krisis penutupan pemerintah federal Amerika Serikat telah memasuki hitungan mundur 48 jam terakhir. Pada pemungutan suara prosedural di Senat hari Kamis, rancangan tersebut hanya memperoleh 45 suara, jauh di bawah ambang batas 60 suara yang dibutuhkan. Sebanyak tujuh senator Partai Republik berbalik mendukung Demokrat, menjadikan anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) senilai USD 64 miliar sebagai titik kebuntuan utama. Probabilitas penutupan pada Sabtu dini hari masih bertahan di kisaran 65%. Mantan Presiden Donald Trump memberikan sinyal kompromi di menit-menit terakhir, sementara sentimen lindung nilai di pasar tetap berlanjut.
Kami meninjau isu ini dari tiga aspek utama:
1. Negosiasi Politik Memasuki Titik Balik Krusial
Gedung Putih dan Partai Demokrat semakin mendekati kesepakatan. Rencana saat ini mencakup pengesahan lima rancangan undang-undang belanja yang telah disetujui DPR, mencakup sekitar 96% lembaga pemerintah hingga akhir tahun fiskal. Anggaran DHS akan ditangani melalui pendanaan sementara jangka pendek guna memberi ruang bagi negosiasi reformasi penegakan imigrasi. Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer menegaskan bahwa tanpa kemajuan dalam mekanisme akuntabilitas, anggaran DHS tidak akan dilanjutkan. Demokrat menuntut agar penggunaan kamera tubuh aparat, pembatasan surat perintah penggeledahan, serta penghentian patroli keliling dimasukkan ke dalam undang-undang. Trump menyatakan bahwa kerja sama bipartisan “hampir tercapai” demi menghindari penutupan, sementara Senator John Thune menilai arah pembahasan sudah tepat meski belum final. Durasi pendanaan sementara, apakah hanya beberapa minggu atau hingga satu bulan, masih menjadi perbedaan utama.
2. Tekanan Waktu dan Ketidakpastian DPR
DPR sedang reses hingga Senin depan, sehingga setiap perubahan di Senat harus kembali melalui proses pemungutan suara. Ketua DPR Mike Johnson menghadapi tantangan besar untuk memanggil kembali para anggota. Jika aliran dana terhenti pada Sabtu dini hari, berbagai lembaga termasuk Pentagon, DHS, dan Departemen Pendidikan akan lumpuh. Ratusan ribu pegawai federal berpotensi kembali dirumahkan tanpa gaji, mengulang krisis penutupan selama 43 hari tahun lalu. Dampaknya dapat menunda rilis data ketenagakerjaan kuartal pertama serta mendistorsi data inflasi, yang pada akhirnya mengganggu arah kebijakan Federal Reserve.
3. Penilaian Pasar dan Pergerakan Terkini
Meski probabilitas penutupan sedikit menurun, pasar keuangan tetap bergejolak. Kontrak berjangka saham AS bergerak fluktuatif dengan S&P 500 bertahan di area dukungan 5.700 poin. Indeks volatilitas VIX turun ke sekitar 25, emas bertahan di atas USD 5.200 per ons, sementara Bitcoin rebound mendekati level USD 85.000. Ekspektasi inflasi akibat tarif Korea Selatan sebesar 25% telah sepenuhnya terserap pasar, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun stabil di kisaran 4,45%. Selera risiko sempat membaik, namun premi risiko politik belum sepenuhnya menghilang.
【Grafik 2: Data VIX, Sumber: M² (MacroMicro)】
Skenario optimistis meningkat menjadi 45% seiring melebarnya jendela kompromi. Jika reformasi penegakan hukum disetujui melalui pendanaan jangka pendek, ketahanan konsumsi kuartal pertama diperkirakan berlanjut dan sikap hawkish The Fed tetap terjaga, membuka peluang S&P 500 menuju level 6.000 poin. Sebaliknya, skenario pesimistis masih mendominasi dengan probabilitas 55%. Jika negosiasi gagal dan penutupan benar-benar terjadi, pusat inflasi berisiko naik sekitar 0,3%, peluang soft landing turun ke 25%, dan emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju USD 5.100 per ons.
Di tengah hitungan mundur 48 jam terakhir krisis penutupan pemerintah AS, harga emas pada Kamis sempat terkoreksi dari rekor tertinggi di atas USD 5.200, namun dengan cepat pulih dan stabil berfluktuasi di sekitar USD 5.400 per ons. UBS menaikkan target jangka panjang emas menjadi USD 6.200, menegaskan bahwa aksi ambil untung jangka pendek belum mampu menggoyahkan arus masuk dana lindung nilai yang bersifat struktural dan semakin terdiversifikasi.
Peringatan Risiko:
Pandangan, analisis, riset, harga, atau informasi lainnya di atas disajikan semata-mata sebagai komentar pasar umum dan tidak mencerminkan posisi resmi platform ini. Setiap pembaca bertanggung jawab penuh atas risiko yang timbul. Harap melakukan transaksi dengan kehati-hatian.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
