简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Risiko Geopolitik Picu “Euforia Logam”, Perak Tembus USD 100 untuk Pertama Kalinya
Ikhtisar:Ikhtisar PasarPada Jumat lalu, meningkatnya risiko geopolitik dan ketegangan perdagangan kembali menekan kinerja pasar saham AS. SP 500 memang berhasil mencatatkan kenaikan selama tiga hari berturut-t
Ikhtisar Pasar
Pada Jumat lalu, meningkatnya risiko geopolitik dan ketegangan perdagangan kembali menekan kinerja pasar saham AS. S&P 500 memang berhasil mencatatkan kenaikan selama tiga hari berturut-turut, namun tetap menutup pekan dengan penurunan dua minggu beruntun untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir. Dow Jones melemah akibat tekanan dari saham-saham berbobot besar seperti Goldman Sachs. Intel anjlok tajam hingga 17% dalam satu hari setelah proyeksi kinerja kuartal pertama jauh di bawah ekspektasi pasar, mencatatkan penurunan harian terbesar dalam 17 bulan. Sebaliknya, NVIDIA berhasil membukukan reli tiga hari berturut-turut, sementara Apple terus berada di bawah tekanan, mencatatkan penurunan delapan minggu berturut-turut, terpanjang sejak 2022.
Di pasar valuta asing, volatilitas meningkat signifikan. Yen Jepang mengalami pembalikan arah ekstrem: setelah USD/JPY sempat menembus level 159, yen secara tiba-tiba menguat tajam, diduga dipicu oleh intervensi pemerintah, dan sempat kembali ke atas level 156, mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak Agustus tahun lalu. Indeks dolar AS melemah 1,8% sepanjang pekan, menjadi performa terburuk dalam delapan bulan. Yuan offshore ikut menguat dan menembus level 6,95, tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Di pasar kripto, Bitcoin sempat kembali ke area USD 91.000 sebelum berbalik melemah, sementara Ethereum mencatat penurunan mingguan lebih dari 10%.
Pasar komoditas memasuki fase “mode ekstrem”. Logam mulia mencetak tonggak sejarah seiring derasnya aliran dana lindung nilai akibat risiko geopolitik. Perak spot untuk pertama kalinya menembus level USD 100, dengan kenaikan lebih dari 40% sejak awal tahun. Emas mendekati level psikologis USD 5.000. Timah LME melonjak 9,5% dan kembali mencetak rekor baru, sementara nikel LME naik lebih dari 4%.
Di sektor energi, gas alam AS melonjak hingga 70% dalam sepekan akibat gelombang udara dingin ekstrem yang melanda wilayah Amerika Utara. Minyak mentah turut menguat lebih dari 3%, didukung sentimen lindung nilai, dan mencatat kenaikan selama lima minggu berturut-turut. Di Eropa, Perdana Menteri Prancis berhasil lolos dari mosi tidak percaya, mendorong penurunan premi risiko obligasi Prancis. Selisih imbal hasil obligasi Prancis–Jerman pun turun ke level terendah dalam satu setengah tahun terakhir.
Sorotan Utama ke Depan● Yen Mengalami Dua Gelombang Penguatan dalam Satu Hari
Pada sesi perdagangan Eropa hari Jumat, yen Jepang melemah hingga menembus level 159 terhadap dolar AS, mendekati level 160 yang dianggap sebagai “garis merah” intervensi pemerintah Jepang pada 2024. Namun, tak lama kemudian yen berbalik menguat tajam dan berlanjut hingga sesi perdagangan saham AS, dengan penguatan intraday sempat mencapai 1,75%, sepenuhnya menghapus pelemahan sejak periode Natal.
Pasar menduga Kementerian Keuangan Jepang telah melakukan pemeriksaan nilai tukar, yang umumnya dipandang sebagai sinyal peringatan kepada pelaku pasar. Sejumlah media mengutip pelaku pasar yang menyebut lonjakan yen terjadi bersamaan dengan panggilan dari Federal Reserve Bank of New York kepada lembaga keuangan terkait pergerakan yen, yang oleh Wall Street ditafsirkan sebagai indikasi kesiapan otoritas AS untuk mendukung langkah intervensi langsung Jepang di pasar valuta asing.
● PMI Manufaktur S&P Global AS Januari
Indeks PMI Manufaktur S&P Global AS untuk Januari tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan Desember, sementara PMI Jasa relatif stagnan. Meski demikian, keduanya masih berada sedikit di bawah ekspektasi pasar. Aktivitas bisnis di AS tetap menunjukkan ekspansi pada Januari, namun lajunya terlihat lebih lemah dibandingkan kecepatan pertumbuhan yang umum terlihat pada paruh kedua 2025. Pertumbuhan sektor manufaktur mulai melampaui sektor jasa, namun baik manufaktur maupun jasa menunjukkan perlambatan dalam pertumbuhan pesanan baru dalam beberapa waktu terakhir.
Fokus Data Ekonomi (GMT+8)
21:30 (US) Pesanan Barang Tahan Lama AS bulan November (MoM)
23:30 (US) Indeks Aktivitas Bisnis Federal Reserve Dallas AS bulan Januari
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
