简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Emas Menembus USD 5.000, Menandakan Risiko Meningkat pada Kondisi Ekonomi Global
Ikhtisar:I. Katalis Jangka Pendek Lonjakan Harga Logam MuliaEskalasi geopolitik melemahkan kredibilitas dolar ASLangkah-langkah AS seperti operasi militer di Venezuela, pengetatan sanksi terhadap Iran, isu ked

I. Katalis Jangka Pendek Lonjakan Harga Logam Mulia
Eskalasi geopolitik melemahkan kredibilitas dolar AS
Langkah-langkah AS seperti operasi militer di Venezuela, pengetatan sanksi terhadap Iran, isu kedaulatan Greenland, serta ancaman tarif NATO yang kemudian ditarik kembali, telah merusak tatanan pasca-Perang Dunia II. Penarikan AS dari penyediaan barang publik global, disertai kebijakan tarif yang menyerupai “pajak ganda”, melemahkan kemampuan seigniorage dolar. Status dolar sebagai mata uang cadangan global diperkirakan menekan imbal hasil obligasi AS sebesar 0,5–1%, sekaligus meningkatkan insentif negara lain untuk mengurangi kepemilikan US Treasury dengan konsekuensi melemahnya dominasi dolar.
Ekspektasi ekspansi fiskal mendorong inflasi
Pada Forum Davos, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan peningkatan investasi pertahanan Eropa, sementara Kanada menargetkan penggandaan belanja pertahanan hingga 2030. Jepang juga mempertimbangkan penangguhan pajak pangan, yang berpotensi memperluas PDB sekitar 0,8%. Kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang mendorong arus dana keluar dari mata uang fiat menuju aset langka.
II. Nilai Alokasi Jangka Menengah–Panjang dan Rekonstruksi Anchor Valuasi
Emas masih memiliki ruang kenaikan. Meskipun proporsi alokasi meningkat, level saat ini masih jauh dari puncak era pasca-Perang Dunia II. Dengan emas sebagai anchor, banyak komoditas lain seperti tembaga dan minyak serta indeks saham menunjukkan depresiasi nilai riil. Dalam kondisi pelepasan anchor mata uang fiat, premi atas aset langka cenderung naik. Ekspansi fiskal dan pertumbuhan suplai uang yang tinggi semakin menegaskan logika ini.
III. Penambahan Bobot pada Aset Inti dengan Keterbatasan Pasokan
Tiga tren utama sejak kuartal keempat tahun lalu terus berlanjut: restrukturisasi tatanan global, pelemahan mata uang fiat, dan revolusi AI. Kombinasi ini mendukung strategi peningkatan eksposur pada aset inti dengan pasokan terbatas.
Pandangan Strategis
Volatilitas geopolitik jangka pendek dapat memicu koreksi harga, namun tren menengah hingga panjang tetap utuh. Pasar kini menantikan hasil rapat FOMC pada 29 Januari. Meskipun peluang pemangkasan suku bunga bulan ini relatif kecil, ekspektasi pasar masih mengarah pada 2–3 kali pemangkasan sepanjang tahun. Dalam perspektif jangka panjang, hal ini bersifat positif bagi logam mulia. Oleh karena itu, strategi yang lebih tepat adalah menunggu titik masuk yang optimal, bukan sekadar mengejar kenaikan harga.

【Grafik 2: Analisis Emas Timeframe H1】
Pada saat penulisan, harga emas telah menembus level 5.070 dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area 5.100. Lonjakan ini terutama dipicu oleh meningkatnya ketegangan negosiasi antara Donald Trump dan Iran, yang mendorong sentimen risk-off di pasar. Perkembangan selanjutnya sangat bergantung pada dinamika politik dan perlu dipantau secara ketat.
Kesimpulan Analis
Memasuki awal 2026, harga emas telah berulang kali mencetak rekor baru dan resmi berada di atas USD 5.000. Meski hal ini meningkatkan potensi target harga akhir tahun, kondisi tersebut juga mencerminkan ketidakpastian ekonomi global yang tinggi dan volatilitas pasar yang meningkat. Oleh karena itu, strategi perdagangan harus lebih menekankan pada kombinasi analisis data dan peristiwa, guna menjaga keberlanjutan kinerja investasi.
Peringatan Risiko
Seluruh pandangan, analisis, riset, harga, dan informasi lainnya disajikan sebagai komentar pasar umum dan tidak mencerminkan sikap resmi platform ini. Setiap pembaca bertanggung jawab penuh atas risiko yang timbul. Harap melakukan transaksi dengan kehati-hatian.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
